Sunday, March 16, 2014

Culture (Materi Presentasi)

Materi presentasi kelompok 3 tentang Culture.

I. Definisi Culture
Culture does not refer solely to the arts and refined intellectual taste. It consists of all objects and ideas within a sociey.

culture:that complex whole which includes, knowledge, belief, arts, morals, law, custom, and any other capabilities and habits acquired by man as a member of society” - Edward B 



Aspect of culture:
•Slang words

•Food
•Sports
•Music genres
•Dances

II. Culture is Learned
"Enculturation refers to the process of learning a culture consisting in socially distributed and shared knowledge manifested in those perceptions, understandings, feelings, intentions, and orientations that inform and shape the imagination and pragmatics of social life" (Peter-Poole, 2002).









Medias of enculturation:
•Family
•Community
•School
Function of enculturation:
•Teach us the cultural value
•Identitas sosial

Every human mind inherits a complement of species-specific “elementary ideas” (Elementargedanken), and hence the minds of all people, regardless of their race or culture, operate in the same way. – Adolf Bastian  

III. Culture is Shared
  • from parents to their child
  • from society to an individual
  • to an individual to another


IV. Culture is Symbolic

a symbol is something verbal or nonverbal within a particular language or culture that comes to stand for something else.
   a symbol is anything that is used to represent any other thing
Non Verbal

verbal

V. Culture and Nature
Natural condition has effects on culture.
Humans interact with cultural constructions of nature, rather than directly with nature itself

VI. Culture is adaptive and maladaptive
•Culture is an adaptive strategy employed
•Because cultural behavior is motivated by cultural factors. Cultural behavior can be maladaptive.
•For determining a cultural practice is adaptive or maladaptive we can viewing the results from the several perspective.
In indonesia so many people are muslims and the muslim culture they must cover they body that’s why they  wear long clothes or hijab. Different from other countries  they  not pay attention to covered they body.

VII. Ethnocentrism and cultural relativism
Ethnocentrism is the use of values, ideals, and mores from one’s own culture to judge the behavior of someone from another culture. What “we” believe is religion; what “they” believe is supersition and mythology.
Example: carok culture is an attempt to kill each other is done by men with sharp weapons

Cultural Relativism asserts that cultural values are arbitrary, and therefore the values of one culture should not be used as standards to evaluate the behavior of persons from outside that culture.
For example, views of sex before married.

VIII. Diffusion
defined as a deployment process that includes elements of cultural ideas, beliefs, and so on from individual to another individual, from one group to another group, of a community or society to another

Example
For example, the culture of western society (European Countries) enter and influence the culture of the eastern (Asian and African nations).
of cultural dissemination to other communities in peace. influx of Hindu culture, Buddhist, and Islam to Indonesia
The spread of culture through violence and coercion. For example, colonization and the imposition of the will.


Sumber: 
 12 -03 - 2014  disaring dari: http://iguh-meister.blogspot.com/2012/01/enkulturasi.html\
12 -03 - 2014  disaring dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Adolf_Bastian
12 -03 - 2014 http://www.anthrobase.com/Dic/eng/def/psychic_unity.htm
Slide Binusmaya. (2013). Human Diversities 1: Language, Communication, Culture, and Ethnicity. Jakarta : Bina Nusantara University






Saturday, March 8, 2014

Modernization Theory (Materi Presentasi)

Penjelesan lebih lengkap dari slide presentasi kelompok 3. Kelas 02PCE.

 Modernization Theory

Teori Modernisasi muncul pada 1950-an sebagai penjelasan tentang bagaimana masyarakat industri Amerika Utara dan Eropa Barat dikembangkan. Pembangunan terutama tergantung pada impor teknologi serta sejumlah perubahan politik dan sosial lainnya. Sebagai contoh, modernisasi melibatkan peningkatan tingkat pendidikan dan perkembangan media massa, baik dari lembaga-lembaga politik yang demokratis asuh. Transportasi dan komunikasi menjadi semakin canggih dan mudah diakses, populasi menjadi lebih urban dan mobile. Organisasi menjadi birokrasi sebagai pembagian kerja tumbuh lebih kompleks dan agama menurun dalam pengaruh publik. Terakhir, pasar yang dkendalikan oleh uang mengambil alih sebagai mekanisme utama melalui mana barang dan jasa dipertukarkan.



Culture dibedakan menjadi dua: Premodern culture dan modern culture.

Premodern:
•Stable (perubahan di budaya premodern tidak secepat perubahan di budaya modern)
•Local (ruang lingkupnya tidaj besar)
•Paternalistic hierarchy in both family and society (sistem keluarga condong ke pada sisi ayah. misalnya nama belakang istri akan berubah menjadi nama belakang suaminya)
•Absence of specialized roles (tidak adanya peran spesial yang jelas. pekerjaan, rekreasi, ibadah menjadi satu kesatuan)
•Family and community woven together with respect to labor, leisure, and religion (keluarga dan komunitas dibentuk oleh kegiatan seperti kerja, rekreasi dan keagamaan)

•Dependence on manual labor/muscle power (pekerjaan kebanyakan mengandalkan otot)

perkumpulan di desa tidak memiliki susunan organisasi yang jelas seperti masyarakat modern.



Modern Culture:
•Dynamic (selalu terjadi perubahan dalam waktu yang singkat)
•Cosmopolitan (ruang lingkup di perkotaan yang lebih luas)
•Functional social structure: conforms to shifting politics and economics
•Meritocratic (prestasi individu menjadi tolak ukur)
•Highly specialized (ada batasan yang jelas dalam setiap apa yang dikerjakan)
•Family and community divided by socio-economic status, job, etc. 

masyarakat yang dinamis

Olahraga dalam masyarakat premodern dan modern:
Meskipun olahraga dan permainan terlihat serupa. Namun ada tiga dimensi dalam olahraga yang menyebabkan kita tidak menerima bahwa olahraga=permainan. Dimensi tersebut adalah: 
• physical training 
• games 
• contests 

Permainan adalah model yang baik untuk 
kehidupan sosial. Banyak peran berikut aturan buatan manusia yang dimainkan. Jadi, permainan ini dianggap sebagai 
mengatur pola perilaku yang memecahkan situasi simbolik. Perbedaan yang paling penting 
antara kehidupan sosial dan permainan adalah bahwa permainan harus dipilih atas kemauan sendiri.

Olahraga pada premodern dan modern culture memiliki perbedaan yaitu:
Premodern:
•Organization
–Nonexistent or informal (tidak memiliki badan olahraga secara formal dan nyata)
–Arranged directly or indirectly
•Rules
–simple, unwritten
–based on local customs/traditions


Karapan Sapi: salah satu bentuk olahraga di premodern culture

  
Modern:
•Organization
–Formal (memiliki badan olahraga yang jelas. misal: PSSI, PBSI dll
–Differentiated at local, regional, national levels
•Rules
–formal, standard, written (memliki aturan permainan yang sudah tertulis dan sudah ditetapkan)
–rational and overseen by organization (diatur oleh sebuah organisasi yang bertanggungjawab)
Badminton memiliki aturan tertulis dan diatur oleh organisasi resmi.




Dualism dan Monism

Apa itu dualism?

Dualisme adalah konsep filsafat yang menyatakan ada dua substansi. Dalam pandangan tentang hubungan antara jiwa dan raga, dualisme mengklaim bahwa fenomena mental adalah entitas non-fisik.
Gagasan tentang dualisme jiwa dan raga berasal setidaknya sejak zaman Plato dan Aristoteles dan berhubungan dengan spekulasi tantang eksistensi jiwa yang terkait dengan kecerdasan dan kebijakan. Plato dan Aristoteles berpendapat, dengan alasan berbeda, bahwa "kecerdasan" seseorang (bagian dari pikiran atau jiwa) tidak bisa diidentifikasi atau dijelaskan dengan fisik.
Versi dari dualisme yang dikenal secara umum diterapkan oleh René Descartes (1641), yang berpendapat bahwa pikiran adalah substansi nonfisik. Descartes adalah yang pertama kali mengidentifikasi dengan jelas pikiran dengan kesadaran dan membedakannya dengan otak, sebagai tempat kecerdasan. Sehingga, dia adalah yang pertama merumuskan permasalahan jiwa-raga dalam bentuknya yang ada sekarang. Dualisme bertentangan dengan berbagai jenis monisme, termasuk fisikalisme dan fenomenalisme. Substansi dualisme bertentangan dengan semua jenis materialisme, tetapi dualisme properti dapat dianggap sejenis materilasme emergent sehingga akan hanya bertentangan dengan materialisme non-emergent. 
Rene Descartes. Salah satu yang menerapkan teori dualisme

Apa itu monism?
Monisme adalah konsep metafisika dan teologi bahwa hanya ada satu substansi dalam alam. Monisme bertentangan dengan dualisme dan pluralisme. Dalam dualisme terdapat dua substansi atau realita sementara dalam pluralisme terdapat banyak realita. Konsep monisme seringkali dihubungkan dengan panteisme dan konsep Tuhan yang kekal.

Extensialisme
Kata dasar eksistensi (existency) adalah exist yang berasal dari bahasa Latin ex yang berarti keluar dan sistere yang berarti berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri, manusia sadar tentang dirinya sendiri; ia berdiri sebagai aku atau pribadi. Pikiran semacam ini dalam bahasa Jerman disebut dasein (da artinya di sana, sein artinya berada).
Untuk lebih memberikan kejelasan tentang filsafat eksistensialisme ini, perlu kiranya dibedakan dengan filsafat eksistensi. Yang dimaksud dengan filsafat eksistensi adalah benar-benar seperti arti katanya, yaitu filsafat yang menempatkan cara wujud manusia sebagai tema sentral. Sedangkan filsafat eksistensialisme adalah aliran filsafat yang menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia; sapi dan pohon juga. Akan tetapi cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia; ia mengalami beradanya di dunia itu; manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapi dengan mengerti yang dihadapinya itu. Manusia mengerti guna pohon, batu dan salah satu di antaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Artinya bahwa manusia sebagai subyek. Subyek artinya yang menyadari, yang sadar. Barang-barang yang disadarinya disebut obyek. 

•Three stages of life experience: Aesthetic, Ethical, Religious

Phenomology
Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran seperti yang dialami dari sudut pandang orang pertama.. Struktur utama dari pengalaman adalah intensionalitas nya, yang diarahkan terhadap sesuatu. Pengalaman diarahkan obyek berdasarkan isi atau makna (yang merupakan objek) bersama-sama dengan kondisi pemungkin yang sesuai.



Refrensi:
http://sociology.about.com/od/M_Index/g/Modernization-Theory.htm
http://web.ff.cuni.cz/~pelis/SpoModSoc.pdf
http://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/
http://adam-damiri.blogspot.com/2012/04/filsafat-modern-iii-pragmatisme.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Dualisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Monisme


Sunday, March 2, 2014

Hasil Wawancara Mengenai Pandangan Masyarakat Awam Mengenai Psikologi, Sosiologi dan Filsafat.

Pada hari Kamis tanggal 27 Februari saya dan teman-teman dari kelompok 3 Alohomora mewawancarai dua orang staff dari Binus Univeristy untuk menanyakan apa yang mereka ketahui mengenai Sosiologi, Filsafat/Antropologi dan Psikologi.



Wawancara tersebut bertujuan untuk mengetahui apa pandangan masyarakat awam mengenai hal-hal tersebut. Berikut adalah hasil wawancara yang telah kami simpulkan.




1. Persamaan antara Sosiologi, Filsafat/antropologi dan Psikologi

Ketiga ilmu di atas mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan manusia.

2. Perbedaan

Meskipun sama-sama berpusat pada manusia, ketiga ilmu di atas memiliki ciri masing-masing yang membedakan antara yang satu dengan yang lain. Berikut adalah ciri-ciri tersebut:

Sosiologi: Ilmu ini lebih berfokus pada hubungan dan interaksi antar manusia. Seperti pergaulan sehari-hari dengan orang di sekitar.

Filsafat: Mempelajari tentang cara pandang, cara berpikir, dan cara bersikap akan ilmu. Menanyakan alasan, tujuan, dan asal usul dari sesuatu.

Psikologi: Mempelajar tentang pola pikir dan perilaku manusia.

3. Kesimpulan

Ketiga ilmu sama-sama mempelajari manusia dan meskipun memiliki perbedaan pada fokus dan ruang lingkupnya, ilmu ilmu tersebut masih berkaitan satu sama lain.

Thursday, February 27, 2014

PENGANTAR SOSIOLOGI

PENDAHULUAN
Sosiologi?        Ilmu tentang masyarakat (?)
Socious        berteman, berkawan
Logos/logia        Ilmu
Jadi Sosiologi       Ilmu tentang berteman      bermasyarakat.
Apa dari masyarakat itu yang dibahas dalam sosiologi?
Kodrat manusia :
-          Ingin bergaul, berteman
-          Ingin memenuhi kebutuhan hidup
-          Ingin bertahan hidup
-          Ingin dihormati/menghormati
-          Ingin dicintai/mencintai
-          Ingin melindungi/melindungi
-          Dll
Kunci dari semua itu apa?
Kuncinya adalah interaktsi/hubungan      obyek sosial.
Tanpa ada interaksi tak ada masyarakat.
Ada 3 macam hubungan :
-          Hubungan primer
-          Hubungan sekunder
-          Hubungan tersier
Hubungan/Interaksi bisa :
-          Antar individu
-          Antar kelompok
-          Individu dengan kelompok
Sosiologi mempelajari jaringan interaksi dalam masyarakat.
Jaringan meliputi :
-          Proses sosial        stratifikasi sosial
-          Struktur sosial      lembaga-lembaga sosial, organisasi sosial
-          Perubahan sosial         mobilitas sosial dengan segala konsekuensinya   

Mengapa belajar sosiologi ?
Manusia terdiri dari 3 aspek pokok:
- Manusia sebagai makhluk biologis
-          Manusia sebagai makhluk budaya
-          Manusia sebagai makhluk sosial
Dari ke-3 aspek diatas muncul teori :
-          Individualisme
-          Kolektivisme
Individualisme bersifat :
-          Individual, bertanggung jawab pada diri sendiri
-          Sifat sosial adalah faktor sekunder
-          Utamakan kepentingan dan kebebasan pribadi
-          Mempunyai hak mutlak yang harus dipenuhi masyarakat
-          Hak individu tak boleh dikorbankan untuk kepentingan masyarakat
DEFINISI SOSIOLOGI:
1. William G. Sumner
    Ilmu tentang gejala-gejala sosial
2. George Simmel
    Mempelajari tentang hubungan antar manusia
3. Emile Durkheim
    Mempelajari tentang lembaga-lembaga sosial (the  science of institutions)
4. M. Kovalevsky
   Ilmu tentang organisasi dan perubahan sosial (the science of organization and social change)
5. Max Weber
   Ilmu tentang tindakan-tindakan sosial (sosial actions)
    Tindakan Sosial :
    Tindakan individu/kelompok yang berpengaruh pada
    tindakan dan sikap orang / kelompok lain.
6. Albion W. Small
    Ilmu yang mempelajari tentang proses-proses sosial (social Processes)
7. Robert E. Park
    Ilmu tentang perilaku kolektif (collective  behaviour)
8. Astrid S. Susanto
    Ilmu yang meneliti dan menjelaskan tindakan-tindakan sosial manusia (tindakan keluar)
    Kesimpulan :
   Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar manusia baik ia sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok

Materi Penelitian Sosiologi :
    Realitas tentang kehidupan manusia sebagaimana adanya, hidup dan kehidupannya, perkembangan serta keruntuhannya.
Tugas Sosiologi :
    Memperoleh dan menafsirkan fakta-fakta tentang hubungan antar manusia, dan bukan bermaksud untuk memecahkan masalah-masalah yang ada.
Tujuan Sosiologi :
    Meningkatkan daya kreatifitas manusia dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan dan mengembangkan pengetahuan yang obyektif tentang gejala kemasyarakatan yang dapat digunakan dengan efektif terhadap problema sosial.
Sifat-Sifat Sosiologi
1. Empirik    : Berdasarkan pada observasi   dan akal,  
                    bukan wahyu supranatural
2. Teoritis    : Sosiologi hanya membuat summary saja dari
                    hasil observasi sehingga  bersifat abstrak.
3. Kumulatif : Teori-teori yang ada berdasar pada teori-teori  
                     terdahulu, yang sifatnya adalah perbaikan,
                     sehingga teori yang baru lebih lengkap, luas
                     dan sempurna.
4. Non etik  : Sosiologi tidak membahas tentang social 
                    ethic, tidak memasalahkan baik/buruk
                    masyarakat. Tapi mengungkap dan menjelaskan
                    realitas-realitas sosial.

Madzab-Madzab Sosiologi
1. M. Geografi & Lingkungan
     Edward Buckle membuktikan bahwa ada hubungan erat
     antara tingkah laku manusia (penduduk) dengan
     lingkungan geografi (tempat tinggal).
     Artinya :  ada korelasi antara faktor alam dengan 
                      struktur serta organisasi sosial (karakteristik 
                      sosial masyarakat).
2. M. Organis Evolusioner
    Herbert Spencer menyatakan :
    Suatu organisma akan bertambah sempurna dengan
     adanya diferensiasi. Ini terjadi karena proses evolusi.
3. M. Formal
   George Simmel berpendapat bahwa elemen-elemen masyarakat mencapai kesatuan melalui bentuk yang mengatur hubungan antar manusia.
    contoh :
    Manusia hidup bermasyarakat diatur oleh folkways / lembaga-lembaga sosial.
    Dengan demikian masyarakat akan teratur, meski sebenarnya bentuk (lembaga) it 4. M. Psikologi
   Gabriel Tarde berpendapat :
    Gejala sosial mempunyai sifat psikologis yang terdiri dari   interaksi antar jiwa-jiwa individu, dimana jiwa tersebut 
    mengandung unsur kepercayaan dan keinginan-keinginan.
    Bentuk utama interaksi sosial adalah :
     - Imitasi        peniruan
     - Oposisi        menentang
     - Adaptasi      penyesuaian
    Dalam masyarakat :
    Imitasi berhadapan dengan oposisi ini bisa menuju  pada  bentuk adaptasi atau non adaptive (konflik)
    Misal :  invention / penemuan baru. yang membuat manusia itu sendiri.
6. M. Hukum
     Emile Durkheim berpendapat bahwa hukum adalah  
     kaidah-kaidah yang bersanksi.
     Berat ringan sanksi tergantung pada :
     - Sifat pelanggaran
     - Anggapan-anggapan serta keyakinan masyarakat
        terhadap baik buruknya suatu tindakan.

        Ada korelasi antara hukum dengan solidaritas sosial.